Satelit mata-mata Rusia hancur ditabrak sampah luar angkasa, risiko meningkat
Satelit pengintai milik Rusia dilaporkan hancur total saat berada di orbit pembuangan atau graveyard orbit setelah bertabrakan dengan obyek yang diduga sampah luar angkasa.
Satelit militer yang dikenal sebagai Olymp (NORAD #40258) dari seri Luch tersebut terdeteksi oleh perusahaan pemantauan ruang angkasa asal Swiss, S2A Systems, yang berhasil menangkap momen fragmentasi material di ruang hampa.
Berdasarkan data pantauan, insiden ini terjadi pada Jumat (30/1/2026) di ketinggian sekitar 36.100 kilometer di atas permukaan bumi.
Dekomposisi satelit yang tidak terduga ini menyebabkan penyebaran puing-puing di wilayah orbit yang jauh. Analis dari S2A Systems mengatakan bahwa satelit tersebut pecah menjadi sejumlah besar fragmen yang diduga kuat akibat tabrakan dengan sampah luar angkasa yang tidak terpantau.
Tabrakan ini terjadi di zona "orbit kuburan", yakni sebuah area yang biasanya digunakan untuk membuang satelit yang sudah tidak beroperasi agar tidak mengganggu jalur satelit aktif.
Satelit Luch/Olymp sendiri merupakan bagian dari armada intelijen Rusia yang diluncurkan pada September 2014 untuk misi pengawasan orbital dan intersepsi sinyal komunikasi.
Hingga saat ini, pihak Rusia belum memberikan komentar resmi mengenai penyebab pasti kehancuran aset militer mereka tersebut.
"Sangat mungkin puing-puing berukuran kecil, yang tidak dapat dilacak secara individu, menghantam satelit Rusia tersebut di orbit kuburan," tulis laporan S2A Systems dilansir dari Futura-Sciences
Meskipun satelit telah dinonaktifkan pada Oktober 2025, kehancuran fisiknya menciptakan ratusan fragmen baru yang berpotensi mengancam satelit lain yang masih beroperasi di ketinggian lebih rendah.
North American Aerospace Defense Command (NORAD) mencatat satelit ini memiliki rekam jejak melakukan manuver agresif di dekat satelit komunikasi militer milik Prancis dan Eropa pada 2017.
Tindakan tersebut sempat memicu ketegangan diplomatik dan menjadi salah satu alasan pembentukan Komando Luar Angkasa Prancis pada tahun 2019.
Secara teknis, pembersihan bahan bakar dan pemutusan daya biasanya dilakukan sebelum satelit memasuki orbit kuburan untuk meminimalisir risiko ledakan spontan.
Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa penyebab eksternal, seperti tabrakan dengan objek lain, menjadi faktor utama kehancuran satelit pengintai tersebut.
Risiko di orbit GEO tergolong tinggi mengingat terdapat sekitar 500 hingga 600 satelit aktif yang melayani sektor telekomunikasi, televisi, dan pemantauan cuaca dunia.


0 Response to "Satelit mata-mata Rusia hancur ditabrak sampah luar angkasa, risiko meningkat"
Posting Komentar