Bakom RI tekankan proyek Danantara buat ekosistem ekonomi inklusif
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Fithra Faisal Hastiadi menegaskan bahwa arah pembangunan pemerintah melalui proyek Danantara difokuskan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, terutama memperkuat kelas menengah.
Fithra di Jakarta, Kamis menyampaikan proyek Danantara dirancang untuk mendorong pertumbuhan yang lebih merata dan mampu menyerap tenaga kerja.
“Kenapa tiba-tiba Danantara kok mau bikin peternakan ayam, mau masuk ke tekstil? Sebenarnya tujuannya adalah untuk drive (mendorong), tidak hanya drive growth, tetapi growth (pertumbuhan) yang inklusif, yang bisa menyerap tenaga kerja. Karena percuma aja ekonomi itu tumbuh, naik, tapi masyarakatnya gak kerja,” kata dia.
Ia menegaskan, arah pembangunan pemerintah ke depan adalah membangun ekosistem ekonomi inklusif (inclusive economic ecosystem) yang memastikan hasil pertumbuhan dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
“Arah pembangunan pemerintah ke depan apa? Inclusive economic ecosystem. Apa itu inclusive economic ecosystem? Kue-kue ekonomi dinikmati oleh rakyatnya,” ujarnya.
Fithra menambahkan, pemerintah ingin menghindari terbentuknya institusi ekonomi yang bersifat ekstraktif yang hanya dinikmati oleh segelintir orang.
Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah juga mendorong badan usaha milik negara (BUMN) dan pelaku usaha besar agar lebih peduli terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).
Dijelaskan dia, berdasarkan data growth incidence curve, pertumbuhan pendapatan di Indonesia menunjukkan pola yang belum merata antarkelas ekonomi.
Kelompok masyarakat berpendapatan terbawah mengalami pertumbuhan yang relatif stabil, begitu pula kelompok paling atas. Namun, kelas menengah mengalami tekanan.
Menurutnya, kelas menengah berada dalam posisi sulit karena tidak tergolong kaya, namun juga tidak termasuk penerima bantuan sosial.
"Sesuai dengan kenyataan di data, 57,3 juta orang di tahun 2019 itu middle class kita, jumlah populasinya, di tahun 2024-2025 itu 47,3 juta," katanya.
Sebelumnya, Danantara pada Jumat (6/2/2026) melakukan groundbreaking enam proyek hilirisasi fase I dari 18 proyek yang sedang dicanangkan.
Adapun keenam proyek hilirisasi fase I itu adalah:
- Dua proyek hilirisasi bauksit menjadi alumina dan aluminium, yakni proyek di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan total investasi 3 miliar dolar AS, dan peningkatan kapasitas produksi di Kuala Tanjung, Sumatera Utara.
- Proyek bioetanol di Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, yang memproduksi etanol 30 ribu kilo liter per tahun
- Proyek biorefinery di Cilacap, Jawa Tengah, yang memproduksi avtur hingga 6.000 barel per hari.
- Fasilitas integrated poultry di Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat, yang bisa menambah produksi 1,5 juta ton daging ayam, 1 juta ton telur, dan menciptakan 1,46 juta lapangan kerja baru.
- Pabrik garam dan mechanical vapor recompression (MVR) di Gresik, Manyar, dan Sampang, yang akan menambah kapasitas produksi PT Garam sebesar 380 ribu ton per tahun, sekaligus memperkuat swasembada garam.
0 Response to "Bakom RI tekankan proyek Danantara buat ekosistem ekonomi inklusif"
Posting Komentar