Pasang Iklan Gratis

Nasib tragis Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Park Ji-sung sebut kesalahan lama terulang lagi

 Perjalanan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 berakhir mengenaskan setelah dipastikan gagal melaju ke babak 32 besar usai seluruh rangkaian pertandingan fase grup rampung pada Minggu (28/6/2026).

Kepastian tersebut menjadi akhir pahit bagi Taeguk Warriors yang sebelumnya masih berharap dapat menyelamatkan nasib melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Kondisi tersebut berakar dari kekalahan menyakitkan yang mereka alami saat menghadapi Afrika Selatan pada pertandingan terakhir fase grup, Kamis (25/6/2026).

Dalam laga tersebut, Korea Selatan harus mengakui keunggulan Afrika Selatan dengan skor tipis 0-1 yang membuat posisi mereka terjerembab dalam persaingan peringkat ketiga terbaik.

Padahal sebelum turnamen berlangsung, Korea Selatan termasuk salah satu wakil Asia yang diprediksi mampu berbicara banyak di Piala Dunia 2026 di Qatar.

Pelatih Pandawa Football Academy Sukoharjo, Muhammad Khoirullah, bahkan sempat memasukkan Korea Selatan sebagai kandidat kuat wakil Asia setelah Jepang.

Menurut Muhammad Khoirullah, kualitas skuad Korea Selatan berada di atas sejumlah negara Asia lainnya seperti Iran, Australia, hingga Arab Saudi.

"Korea Selatan secara skuad lebih diunggulkan daripada tim Asia lain seperti Iran, Australia, maupun Arab Saudi," ujar Khoirullah kepada Tribunnews.

Prediksi tersebut pada akhirnya meleset dari kenyataan setelah Australia justru berhasil melaju ke fase gugur bersama Jepang sebagai wakil Asia.

Sorotan tajam kemudian datang dari legenda sepak bola Korea Selatan, Park Ji-sung, yang kini berstatus sebagai komentator stasiun televisi JTBC.

Park Ji-sung: Kami Sebenarnya Sudah Melihat Ini Datang

Park Ji-sung menyampaikan kritik keras setelah Korea Selatan dipastikan gagal melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Komentar tersebut disampaikannya dalam siaran JTBC yang kemudian dikutip MBN News melalui Naver Sports.

"Barangkali kami sudah memperkirakan hasil seperti ini beberapa tahun lalu dan rasanya menyedihkan karena kami harus kembali memikirkan mengapa kami sampai berada dalam situasi seperti ini," ujar Park Ji-sung.

Mantan gelandang Manchester United tersebut menilai sepak bola Korea Selatan sebenarnya telah memiliki banyak pelajaran berharga terkait persiapan menuju Piala Dunia.

Namun menurut Park Ji-sung, berbagai pelajaran tersebut justru kembali dilupakan sehingga kesalahan yang sama terus berulang dari generasi ke generasi.

"Pada akhirnya, kami telah belajar selama 10 tahun mengenai bagaimana mempersiapkan Piala Dunia dan bagaimana mengembangkan sepak bola Korea, tetapi kami melupakan semuanya dan mengulangi kesalahan yang sama," katanya.

Park Ji-sung menyebut kondisi tersebut sangat disayangkan mengingat Korea Selatan selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia.

Meski demikian, pria berusia 45 tahun tersebut berharap kegagalan di Piala Dunia 2026 dapat menjadi titik awal perubahan besar bagi sepak bola Korea Selatan.

"Mulai sekarang adalah saatnya bergerak menuju masa depan yang berbeda," ujar Park Ji-sung.

Ia berharap sepak bola Korea Selatan mulai membangun visi jangka panjang secara perlahan namun jelas agar kegagalan serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Komentator JTBC Sebut Korea Selatan Memang Tak Layak Lolos

Kritik keras tidak hanya datang dari Park Ji-sung karena komentator JTBC lainnya, Kim Hwan, juga menyampaikan penilaian yang tidak kalah tajam.

Menurut Kim Hwan, Korea Selatan memang belum pantas berada di babak 32 besar setelah gagal memanfaatkan dua kesempatan untuk menentukan nasib mereka sendiri.

"Korea pada akhirnya bukan tim yang layak melaju ke babak 32 besar karena mereka gagal lolos meski memiliki dua kesempatan di tangan mereka sendiri," ujar Kim Hwan.

Ia juga menilai sepak bola Korea Selatan saat ini sedang berada dalam kondisi negatif dan membutuhkan perombakan besar dalam berbagai aspek.

Kim Hwan menegaskan perubahan menyeluruh perlu dilakukan agar kesalahan yang sama tidak kembali menghantui Korea Selatan pada turnamen berikutnya.

Sementara itu, tim nasional Korea Selatan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Incheon pada 30 Juni mendatang tanpa adanya seremoni penyambutan resmi.

Situasi tersebut menjadi pertama kalinya Korea Selatan pulang dari ajang Piala Dunia tanpa agenda penyambutan di bandara setelah menjalani turnamen di luar negeri.


0 Response to "Nasib tragis Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Park Ji-sung sebut kesalahan lama terulang lagi"

Posting Komentar